Kisah Mengharukan ! Bakti Seorang Anak Terhadap Ibunya yang Cacat Mental



Referensi pihak ketiga
Apapun keadaan ibu kita, kita wajib memeliharanya hingga akhir hayatnya. Terlebih jika ibu kita memiliki kekurangan. Alkisah ada seorang pemuda berusia 30 tahun bersama dengan seorang wanita tua. Mereka mendatangi sebuah klinik praktik rumah sakit , menghadap seorang dokter, pemuda itu tampak begitu perhatian kepada wanita tua yang mukanya tampak bersih dan sangat terlihat sehat. Ternyata wanita itu adalah ibunya.
Walhasil dokter bertanya kepada pria itu, “ apakah ibu anda sudah lama mengalami gangguan jiwa ini ?” , saya perhatikan dari semua pertanyaanku tidak dijawabnya secara benar " tanya dokter

Referensi pihak ketiga
Pemuda itu menjawab ‘ iya dia ibu saya yang mengalami cacat menyal sejak saya lahir
Sang dokter semakin penasaran” lalu siapa yang merawatnya “?
Ia menjawab “ aku yang merawatnya dokter “
Pak dokter bertanya lagi “ lalu siapa yang memandikan dan mencuci pakaiannya”?
Ia kembali menjawab “ aku suruh ia masuk ke kamar mandi, membawa baju untuknya. Aku yang melipat dan menyusun bajunya di lemari. Intinya saya mengerjakan itu semua dengan senang hati. Bahkan saya belikan dia pakaian baru yang membuat hati beliau senang
Mengapa engkau tidak mencarikannya pembantu ? “ tanya dokter semakin penasaran
Pemuda itu kembali menjawab “ karena ibuku tidak bisa melakukan apa-apa, dia seperti anak kecil,akau khawatir pembantu tidak memperhatkannya dengan baik, dan tidak memahaminya, sementara saya sangat memahami ibuku
Dokter itu hanya terperangah, dan begitu kagum dengan bakti pemuda itu, meskipun ibunya mengalami cacat mental.
Entah berapa pertanyaan yang dilayangkan bapak dokter itu, hingga tuntas di jawab oleh pemuda itu. Termasuk dari pertanyaan itu, muncul fakta juga bahwa ibunya juga menderita penyakit gula. Sang ibu telah diceraikan oleh suaminya sebulan setelah menikah, ayah dari anak semata wayang yang sekarang merawatnya . Selain itu , si pemuda hanya dirawat oleh neneknya.
Dokter tidak kuasa menahan tangis, dari sudut bola matanya bercucuran bulir air mata, pertanyaan masih terus bergulir” saya lihat kuku ibumu begitu bersih, siapa yang memotongnya
“ Saya Dokter, saya selalu merawat ibu saya sejak usia 10 tahun, bahkan hingga kini nenek telah meninggal pun saya bersama istri dan anak saya merawat ibu kami “ jelas pemuda itu dengan penuh ketulusan
Begitu banyak pertanyaan sang dokter ke pemuda itu , hingga resep obat diberikan oleh dokter, sambil memperhatikan tingkah laku ibunya, dokter masih begitu penasaran , tidak habis fikir ‘
“ Ibu mari kita ke kedai ” ajak sang anak , “ tidak mau , aku sekarang mau ke Mekkah “ jawab ibu merengek sambil kegirangan.
Tiba-tiba pak Dokter bertanya “ apakah anda benar-benar akan membawa ibu anda ke Mekkah, bukankah dia tidak ada kewajiban umroh “ ?
Jawaban si pemuda sungguh mengejutkan “ Tentu , saya akan kesana akhir pecan ini, agar ibuku senang, mungkin saja kebahagiaan yang dia rasakan saat aku membawanya ke Mekkah akan membuat pahalaku lebih besar daripada aku pergi umrah tanpa membawanya
Tatkala pemuda dan si ibu pergi dari ruang praktek, sang dokter segera meminta semua perawatnya keluar, dan dia menangis sejadi-jadinya. Dia bergumam dalam hati “ betapa mulia bakti pemuda itu 

Referensi pihak ketiga
Ia hanya dikandung, tidak pernah dirawat , tidak pernah didekap, memberi kasih sayang, tidak begadang malam, tidak pernah menangis untuknya………
Tidak pernah…Tidak pernah….
Sahabat UCers apakah kita sudah berbakti kepada ibu kita yang sehat, seperti pemuda itu lakukan, yang justru sangat berbakti kepada ibunya yang cacat mental
Semoga menginspirasi
Sayangilah ibu kalian…..Selagi mereka masih ada…..

Sumber : Majalah Kiblati Edisi 03 Thn IX –Rubrik Kisah

0 Response to "Kisah Mengharukan ! Bakti Seorang Anak Terhadap Ibunya yang Cacat Mental"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Coba Perhatikan Ini!

loading...