Berapa BIAYA HIDUP sebagai penerima beasiswa di kota Delft ?


TIPS MENGELOLA KEUANGAN DI KOTA DELFT !

Setelah beberapa waktu lalu di artikel yang berbeda saya telah membahas tentang betapa impresi-nya diriku ketika melihat Kota Delft yang begitu cantik nan elok di minggu pertama, bisa  dibaca DISINI. Kali ini saya akan bahas urusan " uang" selama hidup di kota Delft berdasarkan pengalaman pribadi 


Euro Perdana saya selama 10 hari di Delft ( Sebelum beasiswa cair) 

Salah satu kota yang menjadi tujuan para pejuang mimpi untuk berkuliah terutama luar negeri yakni Delft , di Provinsi bagian Selatan Belanda, kira-kira  1 jam dari Schipol Amsterdam. Selain itu sejumlah kota-kota besar yang menjadi sasaran para pencari ilmu diantaranya Amsterdam ( Ibukota Belanda), Wageningen , Groningen, Maastricht, Leiden, Eindhoven, Rotterdam, Enschede dan kota-kota lainya yang tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Kota-kota tersebut menjadi incara para pemburu beasiswa, dan masing-masing kota memiliki tingkat cost expenditure /living  allowance ( biaya hidup)  yang berbeda-beda.

Murah atau mahalnya biaya hidup memang jadi pertimbangan yang cukup krusial bagi penerima beasiswa dengan harapan ada “ saving “ dikemudian hari sebagai antisipasi juga untuk “kejadian tak terduga” selama berstudi Di luar negeri.

Kali ini saya akan fokus membahas salah satu kota yang pernah menjadi tempat saya belajar yakni Kota Delft. Kota yang dijuluki kota kanal ini sekaligus salah satu kota pendidikan di Belanda.  Menurut beberapa pengalaman dari “ penerima” manfaat beasiswa di kota ini relatif cukup mahal tertutama untuk biaya akomodasi. Sebagai penerima beasiswa tentunya ada dua hal yang cukup menjadi perhatian yang pertama “ tabungan” dan “ jalan-jalan “ untuk sekedar refreshing dari segala hiruk pikuk perkuliahan yang “ sangat tidak mudah” khususnya di Belanda. Seperti kata orang bijak “ Belanda adalah negara untuk para pemimpin bangsa, yang berarti Belanda ini memiliki tingkat “ kesulitan” yang tidak bisa disepelekan hehe.

Langsung saja kita ke inti pembahasan, mohon sobat simak  dan baca baik dan teliti , terlebih bagi sobat yang berencana kuliah di akhir tahun 2018 dan tahun-tahun selanjutnya dengan berburu beasiswa ( e.g LPDP/STUNED/NFP /OTS dll) berikut saya paparkan biaya hidup di Delft sebagai gambaran umum; 

1.       Biaya Akomodasi

Salah satu pengeluaran terbesar dari mahasiswa selama hidup di Delft yakni biaya sewa hostel/apartement/dormitory. Saya sendiri menghabiskan 544 EURO/bulan ( hampir setengah dari LA ( Living Allowance dari Beasiswa LPDP saya ) atau setara dengan 8- 9 Jutaan / bulan menurut kurs Euro-IDR 2017-2018. Sejumlah biaya itu harus dibayarkan tepat waktu jika tidak ingin dikenai denda dari pihak DUWO ( semacam jasa penyedia hostel/rumah/kamar sewaan bagi mahasiswa) di Belanda. Namun secara general rentang biaya akomodasi berkisar 300-500 EURO untuk sebuah kamar studio baik single maupun share. Namun biaya sebesar itu, sudah worthed dengan fasiltas yang sudah full furnished. Seperti gambar di bawah ini :

Full furnished setelah "dapat lungsuran " juga dari kakak senior 

Biaya tersebut di atas adalah biaya dorm di Mina Krusemanstraat dengan system sharing room . Sharing dapur dan toilet. Kamar cukup luas dan sangat nyaman. Bahkan bagi saya ini sangat mewah, jauh berbeda ketika saya berkunjung ke kediaman salah satu awardee LPDP di Bonn , Jerman, katanya hanya membayar 250-300 EURO/bulan, yang saya lihat memang kondisinya cukup layak dan “ tidak” selengkap kamar saya Mina DUWO.

Selain itu saya sukai adalah fasilitas internet LAN yang sudah include dengan bayaran bulanan ( sudah paket komplit)  yang langsung bisa akif diminggu pertama tiba di Delft. Namun Wi-Fi Router ( install dan beli sendiri) untuk kepentingan jaringan host-pot , dibeli sendiri dengan harga berkisar 15-35 EURO. Jaringan internetnya juga” sangat kencang” bahkan saya untuk mennonton Youtube, gak pake buffer sama sekali. Pun download MasyaAllah, kecepatannya luar biasa.

2.       Biaya Makan dan kebutuhan lainnya

Tentunya kebutuhan ini adalah yang paling pokok dan tidak bisa di tawar-tawar hehe. Saya sendiri menhabiskan 200-300 EURO dalam sebulan untuk konsumsi beserta pulsa internet (meskipun sangat jarang di pakai, kecuali bepergian jauh dari asrama atau tidak sedang di kampus.
Beberapa gambaran kebutuhan sehari –hari jika anda bermukim di Mina Krusemanstraat, maka berikut kisaran harga-harga kebutuhan ( memasak) yang bisa dibeli di toko POLAT/BAHAR ;
-          Beras 7-10 kg                             = 12 EURO ( Rp 150.000)
-          Tempe 1 piece                          = 1.65 EURO ( Rp 30.000)
-          Ayam segar /kg                         = 3.5 EURO ( Rp 60.000)
-          Tomat                                           = 1.5 EURO
-          Indomie / bungkus                                 =  0.65 EURO ( Rp 8.000’
-          Kecap botol ABC                      = 2.5 EURO ( Rp 45.000)
-          Bawang merah                          = 1.5 EURO ( Rp 20.000)
-          Jus apple/orange dll              = 1.75 EURO ( Rp 25.000)
-          Bumbu –bumbu lainnya       = 5-10 EURO

Kisaran total belanja ( 1x)                            = 30 EURO-an ( Rp 500.000)/ sekali
Jadi dalam sebulan                                         = 30 x 4 = 120 EURO
Biaya tak terduga                                             = 80 EURO ( pulsa, beli alat tulis, buku tulis , perkakas dll)
Sehingga total 200 EURO.

Kombinasi belanjaan di atas bisa sobat habiskan dalam waktu 1-2 minggu bahkan lebih

Bahan makanan dan buah-buahan segar di POLAT/BAHAR


3.       Biaya lainnya ( rekreasi dan hiburan )

Biaya yang  menurut saya cukup “menculik” tabungan adalah rekreasi atau nge-bolang ke luar negeri, kali ini boleh memakai kata “ plesir” tapi yang “ bermakna”  jangan asal plesir hanya untuk photo-photo yang instagramable, tapi lebih kepada kunjungan akademis dan mengambil hikmah dari setiap perjalanan yang dilalui. Apalagi kalua anda dibiayai oleh negara dari pajak lagi kan, wah tambah viral nanti hehe. 

Saya rasa penerima beasiswa apapun itu, terpulang kepada individu masing-masing. Selama saya di Belanda saya hanya “ telah “ mengunjungi murni 3 negara yang utuk tujuan refreshing yakni Jerman-Belgia-Inggris (UK). Dua negara lainnya karena itu wajib dari kampus yang sifatnya parsial sehingga harus merogoh kocek di dua negara lainnya ( Perancis dan Spanyol ) . Bahkan teman saya yang lebih “ sedikit” beasiswanya daripada saya , bahkan jauh marginnya dalam waktu 5 bulan telah mengunjungi 12 negara. Aje gilee  Maklum saja , orangnya masih single , tidak sama seperti saya memiliki tanggungan keluarga yang harus saya” danai” di tanah air. Mulai dari membeli susu bayi puteri saya, memberi nafkah istri, membayar SPP keluarga ( tidak dapat beasiswa seberuntung saya), dan ber-donasi di lembaga sosial ataupun membantu orang yang kesusahan ( alhamdulillah telah terlaksana)  . Jadi  STOP yang masih “ menuduh” kami menghambur-hamburkan uang negara melalui LPDP

Biasanya untuk biaya rekreasi ini saya anggarkan 200-300 EURO per 2/bulan, jadi praktis yang dikeluarkan hanya 100-150/bulan. Tapi untuk kondisi negara seperti kunjungan ke Inggris, harus menyiapkan money yang lumayan bisa sampai 400 EURO apalagi jika tidak memiliki rumah teman di negara tujuan , bakal membengkak biayanya.

Jadi secara general uang yang saya keluarkan dengan hidup yang “ sangat layak tapi tidak mewah “ adalah :
Akomodasi                                         : 544 Euro/bulan
Makan+ Kebutuhan lainnya        : 300 Euro ( Masak sendiri)
Rekreasi                                              : 200 EURO /bulan
TOTAL                                                   : 1044 EURO (

Rekomendasi buat anak LPDP : LA perbulan 2017 masih 1.200/bulan , jadi bisa nabung dan mengirim ke keluarga.

Namun versi hemat, bisa dengan pola seperti di bawah ini untuk anak STUNED /NFP;
Akomodasi                                         : 544 Euro/bulan
Makan+ Kebutuhan lainnya        : 200 Euro ( Masak sendiri)
Rekreasi                                              : 100 EURO /bulan
TOTAL                                                   : 844  EURO  

Rekomendasi anak NFP/STUNED/dan beasiswa lainnya ( FYI : LA ( Living Allowance = 970/bulan, lumayan masih bisa nabung kalau masak sendiri.

Meskipun begitu biaya-biaya tersebut diatas bisa saja berubah tergantung dari pola hidup teman atau sobat sekalian di negeri orang. Tidak bisa dipungkiri terlalu banyak “hal” yang bisa “ menguras” kantong, jika tidak pandai dalam mengatur keuangan.

Sedikit saran bagi sobat saat ini sudah mendapatkan beasiswa dan sebentar lagi berangkat, mohon pertimbangkan untuk menjaga “ keuangan” selama disana. Sejujurnya selama saya di  Belanda beasiswa saya sangat –sangat cukup, tidak pernah telat dan kekurangan, mulailah untuk memetakan sector keuangan agar nantinya sepulang ke tanah air anda bisa “ memiliki tabungan “ yang bisa lebih bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga, teman dan  orang lain disekitar kita. JANGAN takut tuk BERBAGI. InshaAllah rejeki akan senantiasa bertambah.

SEMANGAT TERUS BERJUANG MERAIH MIMPI

Bagi yang masih penasaran dan masih ada yang belum jelas bisa tinggalkan komentar di bawah ini….NO SPAM-NO BULLY-NO NEGATIVE COMMENT-NOT OUT OF CONTEXT jika tidak ingin di-banned ( diblock/dihapus komentnya ) …harap maklum demi kenyamanan bersama.





0 Response to "Berapa BIAYA HIDUP sebagai penerima beasiswa di kota Delft ? "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Coba Perhatikan Ini!

loading...