Subhanallah , Tidak "Goyah" Meski di Tengah Perang



Referensi pihak ketiga
Coba lihat betapa seorang ibu dengan tenangnya memberi makan anak-anaknya, menyuapinya dengan penuh ketulusan dan kasih sayang . Mereka tidak akan pernah tahu, nanti, besok atau beberapa hari lagi mungkin saja mereka sudah " tidak bisa" berpuasa lagi.
Sudut Suriah - Sebuah perang akan selalu menghasilkan suasana mencekam. Perang tidak jarang memberi dampak psikologis yang mungkin tidak lagi memberikan suasana nyaman. Ribuan bahkan jutaan masyarakat sipil bisa menjadi korban perang tak bersisa. Tidak jarang mereka kehilangan sanak saudara, namun sedih hanya sesaat mereka harus berjuang untuk selamat dari ganasnya peluru-peluru nyasar yang bisa menghilangkan nyawa mereka seketika.

Referensi pihak ketiga
Namun begitu mengharukan di tengah perang di Suriah, ada moment yang berbeda. Meskipun ditengah puing –puing gedung, sesekali dentuman bom, dan suara-suara senjata api yang memekikkan telinga mereka tetap tidak goyah, akidah tetap nomer satu. Di bulan puasa , di tengah suasana perang mereka sangat khusuk duduk menyantap hidangan buka puasa tanpa ada ketakutan sama sekali.
Anak-anak duduk dengan tenannya menengadahkan kedua telapak tangannya seraya memanjatkan doa sebelum menyantap hidangan sederhana , yang mungkin akan menjadi " santapan terakhir" . Tidak ada yang akan pernah tahu masa depan mereka.

Referensi pihak ketiga
Lihatlah betapa eratnya tali persaudaraan mereka. Santapannya pun begitu sederhana. Walaupun dengan peralatan seadanya piring plastik dengan hidangan roti kering dan air putih, sungguh nikmat luar biasa. Demi sebuah taruhan akidah yang begitu melekat di sanubari mereka.
Mereka yakin bahwa Allah pasti akan menolong mereka. Mungin sudah menjadi pertanda hadiah lebaran terindah. Mungkin saja mereka tidak bertemu Ramadhan lagi , jadi buka puasa inilah yang menjadi “ hadiah termegah” mereka. Mengharukan !
Doa kita selalu untuk " mereka"
Sumber referensi :
News.gunadarma.ac.id/2017/06/buka-puasa-warga-suriah-di-tengah-reruntuhan-perang/
Pengembangan dari penulis sendiri

0 Response to "Subhanallah , Tidak "Goyah" Meski di Tengah Perang"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Coba Perhatikan Ini!

loading...