Diledek Bertangan Ayam, Bukannya Marah Malah Dibalas Begini, Tak Disangka!


Setiap yang ada pada diri akan sulit dirasakan sama oleh orang lain. Apa yang terjadi pada diri, maka diri pulalah yang merasakan. Manusia kritis bukan karena apa yang dilihatnya tetapi karena apa yang dirasakannya
Berikut adalah salah satu kisah seorang ayah dan seorang anak yang berada dalam kondisi perasaan yang berbeda.
Ilustrasi 1

Seorang anak yang baru masuk sekolah dasar di Malaysia menginspirasi netizen. Itu semua karena kelapangan hati dan pikiran positif dalam memandang perbedaan yang ia miliki.
Lewat sebuah status yang dibagikan ke akun Facebook, William Foo, ayah dari anak ini membagikan kisah anaknya.
Beberapa hari yang lalu, anak sulungnya ditanya mengapa tangannya terlihat berbeda.
mengapa tanganmu terlihat seperti tangan ayam ?” kata temannya di kantin sekolah
Ilustrasi 2

"Tanganku terlihat seperti kaki ayam, bukan tangan ayam," Jawabnya dengan polos tanpa ekspresi tersinggung.
Mendengar jawaban dari anaknya, William merasa terharu. Ia tak menyangka jika anaknya sudah tumbuh besar, berhati besar, dan tidak merasa terdiskriminasi dengan kondisinya yang berbeda dari kebanyakan teman-temanya.
Anak William menderita kelainan fisik karena turunan genetik. Tangan anak lelakinya lebih pendek dari tangan biasanya, ia juga hanya punya empat jari. Sedangkan kondisi anak perempuannya dikabarkan lebih parah dari pada sang kakak.
Meski terharu, tetap ada perasaan cemas yang menghantui William. Bagaimana jika anaknya justru dirisak di sekolah.
Maka itu William bertanya lagi, apakah ada teman-teman di sekolah yang meledeknya. Jawabannya tidak mengejutkan. Banyak anak-anak di sekolah yang menertawakan dan meledek kondisinya.
Mendengar jawaban anaknya, ia kemudian bertanya lagi bagaimana perasaan anaknya. Kesalkah ia?
 Alih-alih marah atau berkecil hati, anak laki-lakinya itu justru memberikan jawaban yang menginspirasi banyak orang. Jawaban anak kecil yang baru masuk SD itu justru membuatnya terdengar lebih dewasa dari pada orang-orang dewasa di sekitarnya.
“banyak orang menertawakanku. Jika mereka mau mengolokku ya sudah biarkan saja. Toh aku tetap bias melakukan berbagai hal dan makan dengan kedua tanganku,” jawab anaknya.
William kemudian membagikan kisahnya ke facebook. 74 ribu orang menyukai statusnya, 19 ribu orang mengomentari kisah anaknya yang inspiratif, dan sekitar 43.000 orang membagikan kisahnya.
Kisah positif anak sulungnya tentu membuat Willian bangga. Namun, saat teringat anak perempuannya yang masih bayi, Ia merasa khawatir. Ia takut anak perempuannya tidak setegar si kakak apabila dirisak nanti.
Walau begitu netizen tampaknya banyak memberikan William tambahan energi positif. Komentar membangun semangat berhamburan di kolom komentar unggahannya. Begitu pula kiriman rasa kasih sayang dari netizen untuk anak kecil yang tegar itu.
Banyak hikmah yang bisa dipetik dari kisah di atas, bukan hanya tentang anak yang tegar menerima perbedaan dirinya. Namun tentang anak yang berhasil mendorong energi orangtuanya yang iba akan kondisinya.
Sahabat Inspirasi epanjang kehidupan ini, bukan penyandang disabilitas yang tidak bisa menyesuaikan keadaan sekitarnya. Namun orang-orang disekitarnyalah yang tidak bisa menerima penyandang disabilitas. Hal itu Nampak dari bully dan diskriminasi yang masih terjadi.
Perbedaan bukan pemisah jarak, tapi perbedaan harus menjadi penyatu jarak.
Sumber : diadaptasi dari kumparan.com dengan sedikit perubahan agar alur cerita lebih muda dimengerti oleh pembaca


Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Diledek Bertangan Ayam, Bukannya Marah Malah Dibalas Begini, Tak Disangka!"

Post a Comment

Terima kasih telah berkunjung di website kami